Awan Asap PEKAT Menyelimuti Riau, Puluhan Hektar Lahan Gambut Terbaka












PEKANBARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan lahan gambut di Kabupaten Bengkalis, Riau. Hingga Rabu sore, diperkirakan sedikitnya 35 hektar lahan gambut kering hangus terbakar, memicu kemunculan asap tebal yang mulai mengganggu jarak pandang dan kualitas udara di wilayah sekitarnya.

Tim gabungan dari Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, serta masyarakat peduli api terus berupaya memadamkan kobaran api. Keringnya vegetasi akibat musim kemarau yang berkepanjangan serta angin kencang menjadi kendala utama dalam proses pemadaman di lapangan.

Faktor Kendala Pemadaman

  • Struktur Lahan Gambut: Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga merambat di bawah tanah hingga kedalaman 2–3 meter, membuat pemadaman total memerlukan volume air yang sangat besar.

  • Aksesibilitas & Sumber Air: Lokasi kebakaran yang jauh dari pemukiman membuat kendaraan taktis sulit masuk, ditambah mengeringnya parit-parit sekitar yang menjadi sumber air utama.

Upaya Penanganan

  1. Operasi Darat: Mengerahkan puluhan personel dengan pompa portabel untuk menyekat perambatan api agar tidak mendekati area pemukiman warga.

  2. Operasi Udara: Pihak BPBD mengusulkan pengerahan helikopter water bombing untuk menembus titik api yang tidak terjangkau jalur darat.

  3. Penegakan Hukum: Kepolisian setempat mulai melakukan investigasi dan memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk menyelidiki dugaan unsur kesengajaan dalam pembukaan lahan (land clearing).

Pemerintah daerah mengimbau warga sekitar untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan wajib menggunakan masker medis guna mengantisipasi risiko infeksi saluran pernapasan a
kut (ISPA).

Komentar